Tuesday, 29 November 2016

YUK ATASI HIPERTENSI DARI SEKARANG ! !

Taukah kamu apa itu hipertensi?
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik >120 dan diastolik >80. Hipertensi memiliki berbagai macam faktor resiko misal karena faktor stress, terjadi penyempitan pembuluh darah,  faktor hormonal, faktor keturunan, jenis kelamin, usia, dan lain-lain. Faktor makanan juga bisa menjadi pemicu terjadinya hipertensi. Orang yang hipertensi cenderung lebih suka makan makanan yang asin dan makanan instan kalengan. Makanan kalengan merupakan salah satu penyebab karena makanan kalengan yang diawetkan biasanya memiliki kandungan natrium yang sangat tinggi. Natrium yang tinggi itulah yang bisa membuat makanan menjadi awet.
Biasanya hipertensi memiliki gejala seperti kaku di daerah tengkuk atau leher, pusing, lemas, lemah, dan lain-lain. Mengapa bisa terjadi gejala seperti diatas? Hal itu disebabkan karena pada orang yang hipertensi, biasanya pengiriman oksigen ke beberapa jaringan tubuh menjadi berkurang. Orang yang hipertensi, darah yang mengalir hanya mengalir begitu saja, sehingga pengiriman oksigen yang dibawa darah ke organ atau jaringan tubuh manusia menjadi berkurang. Apabila jaringan tubuh manusia kekurangan oksigen, maka akan menimbulkan manifestasi klinis seperti diatas.
Banyak orang yang hipertensi tetapi tidak memiliki gejala sama sekali. Hal itu cenderung harus diperhatikan, karena orang yang mengalami hipertensi yang tidak bergejala bisa jadi menjadi komplikasi lanjutan seperti penyakit jantung koroner, dislipidemia, dan lain-lain. Sehingga orang yang hipertensi harus rutin kontrol untuk memantau kondisi tekanan darahnya agar menjadi stabil.
Apa sih penyebab utama dari hipertensi? Penyebab paling utama dari hipertensi adalah air dan garam. Mengkonsumsi garam yang terlalu berlebihan akan meningkatkan volume darah, sehingga membuat darah mengalir begitu cepat dengan volume yang banyak tanpa ada pertukaran oksigen ke jaringan. Garam merupakan suatu senyawa dengan rumus kimia NaCl. NaCl merupakan suatu senyawa yang mudah menarik air ke dalam lumen pembuluh darah. Apabila air ditarik ke dalam lumen pembuluh darah, maka akan meningkatkan volume darah juga. Biasanya konsumsi makanan-makanan yang asin terlalu banyak bisa menyebabkan hipertensi.
Hipertensi diklasifikasikan menjadi 4 klasifikasi yaitu normal, pre-hipertensi, hipertensi grade 1, hipertensi grade 2. Tekanan darah normal adalah 120/80, prehipertensi adalah sistolik 120-139 dan/atau diastolik 80-89, hipertensi grade 1 adalah sistolik 140-159 dan/atau diastolik 90-99, hipertensi grade 2 adalah sistolik >160 dan/atau diastolik >100.
Peningkatan tekanan darah juga bisa dialami oleh orang yang sudah lanjut usia hal ini dikarenakan proses penuaan. Apabila peningkatan tekanan darah pada orang lanjut usia tidak terlalu signifikan, maka hal tersebut bisa dianggap normal. Namun tetap pada orang tua harus tetap kontrol rutin tekanan darah. selain pada orang lanjut usia, peningkatan tekanan darah juga bisa terjadi pada ibu hamil. Peningkatan tekanan darah pada ibu hamil disebabkan karena produksi cairan yang terlalu banyak. Produksi cairan tersebut merupakan air ketuban. Cairan yang menjaga bayi agar bisa terlindung dari benturan. Namun apabila hipertensi pada ibu hamil disertai peningkatan protein pada pemeriksaan urin, maka hal tersebut merupakan suatu tanda dari penyakit eklampsia dan pre eklamsia. Hal itu harus segera ditangani.
Lalu bagaimana cara menghindari hipertensi?
Hal yang paling utama adalah mengubah faktor resiko yang bisa diubah misal faktor stres atau faktor pola makan. Faktor stres sangat berpengaruh dengan kejadian hipertensi, sehingga sebaiknya mengurangi stres atau tidak terlalu banyak pikiran. Selain itu juga bisa melalui makanan. Kurangi makanan yang asin-asin supaya tidak terlalu banyak garam yang dikonsumsi.
Berikut adalah pola diet yang diberikan kepada orang hipertensi. Tujuan diet ini adalah untuk membantu menurunkan tekanan darah dan membantu menghilangkan penimbunan cairan dalam tubuh. Syarat dari diet ini adalah makanan yang dikonsumsi harus beraneka ragam dan mengikuti pola gizi seimbang, jenis dan komposisi makanan disesuaikan dengan kondisi penderita, jumlah garam disesuaikan dengan berat ringannya penyakit dan obat yang diberikan. Ada beberapa bahan makanan yang dianjurkan, bahan makanan yang dibatasi, dan bahan makanan yang dihindari.
Bahan makanan yang dianjurkan adalah makanan yang diperbolehkan untuk dikonsumsi dan tidak ada pembatasan konsumsinya. Contoh dari bahan makanan ini seperti protein nabati dan hewani, buah-buahan yang banyak serat, daging ayam atau ikan maksimal 100 gram/hari, telur ayam/bebek maksimal 1 butir/hari. Susu segar 200 ml/hari.
Bahan makanan yang dibatasi adalah makanan yang diperbolehkan namun tetap ada pembatasan jumlah. Contohnya adalah pemakaian garam dapur harus dibatasi. Apabila hipertensi stage 2 maka sama sekali tidak boleh makan garam, untuk hipertensi stage 1 maka maksimal garam yang dikonsumsi adalah 1/2  sdt per hari, sedangkan untuk prehipertensi maksimal garam yang dikonsumsi adalah 1 sdt per hari. Penggunaan bahan makanan yang mengandung natrium seperti soda kue juga dibatasi penggunaannya.
Bahan makanan yang harus dihindari adalah bahan makanan yang sama sekali tidak boleh dikonsumsi. Contohnya seperti otak, ginjal, paru, jantung, daging kambing, krupuk, crackers, pastries, makanan kering yang asin, makanan yang diawetkan seperti ikan kaleng, sosis, kornet,  sayuran dan buah yang dalam kaleng, ikan asin, telur asin, kecap asin, saus tomat, bumbu penyedap, makanan yang mengandung alkohol.
Pada intinya, kurangi atau hindari garam. Makanan tanpa garam pastinya akan hambar. Hal itu bisa diperbaiki dengan menambah gula merah, gula pasir, bawang merah, bawang putih, jahe, kencur, salam, dan bumbu lain yang mengandung sedikit Na. Dapat juga menggunakan garam yang mengandung rendah natrium.
Selain dari pola makan juga obat yang biasanya digunakan untuk mengobati gejala hipertensi ini adalah captopril dan obat diuretik. Namun, obat-obat tersebut harus dengan resep dokter dan harus konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Kunci utama dari penanganan hipertensi adalah mengatur pola makan dan cek tekanan darah secara teratur.

Kira-kira cukup sekian info yang bisa saya berikan, semoga bisa bermanfaat dan bisa diterapkan dikehidupan sehari-hari. Semoga tetap sehat selalu J

No comments:

Post a Comment