|
Karakteristik
|
Hepatitis B
|
Hepatitis A
|
Sirosis hati
|
kolesistitis
|
kolelitiasiss
|
|
etiologi
|
HBV
Golongan
hepatnapiridae
|
HAV, sifatnya
akut
|
Paling sering:
alkohol, HBV kronis
|
Kolelitiasis,
Iskemik kandung empedu, striktur saluran empedu
Neoplasma
Bisa karena infeksi
-> peradangan
Trauma ->
peradangan
|
1. Pengendapan Kristal kolesterol
monohidrat (Batu kolesterol)
2. Pengendapan garam
kalsium bilirubin (Batu pigmen)
a.
Calcium bilirubinate, phosphate, carbonate,
sedikit kolesterol à disebabkan oleh anemia
hemolitik kronis (batu pigmen hitam)
b.
Calcium bilirubinate, asam lemak, kolesterol,
tampa calcium phosphate atau karbonat à
karena infeksi bakteri
|
|
Faktor
resiko
|
Vertikal maupun
horizontal
Immunodefisiensi
Orang degan
penggunaan steroid, hemodialisis, infeksi HIV.
Peggunaan IV
Homoseksual,
heteroseksual
Petugas
kesehatan
|
Makanan
Sanitasi jelek
Makanan
kerang2an, tiramis, yang dimakan secara mentah atau direbus
Kecapekan (dari
dr OZ)
Homoseksual
(dari Dito)
|
Riwayat
penyakit hati
Perokok berat
Peminum alkohol
berat
|
Perempuan,
gemuk, usia lebih darai 40 tahun, fertile (masih masa reproduksi) (4F->
female, fat, fourthy, fertile)
|
Batu kolesterol:
- Perempuan
à
hormon seks, kontrasepsi oral, Kehamilan
-Obesitas
- Hiperlipidemia
- Penurunan
berat badan secara drastic
- Stasis
kantung empedu
Batu pigmen
- Sindrom
hemolitik kronis
- Infeksi
biliaris
- Crohn
disease
|
|
transmisi
|
Semua cairan
tubuh (keringat*, sperma, air liur, air mata, ASI)
Darah
(transfusi darah)
|
Fecal oral
|
-
|
-
|
-
|
|
patogenesis
|
Stage 1:
berlangsung selama 2-4minggu, terjadi replikasi viral meningkat dan tanpa
gejala (inkubasi)
*1-4 bulan
(dari kelompok 5)
Stage 2: stage
immune clearence. terjadi selama
3-4 minggu. Sudah ditemukan HbE Ag. Sudah simptomatik. DNA virusnya
sudah bisa dilihat pakai PCR.
Stage 3: sudah
infeksi kronis inaktif. Sistem imun di tubuh sudah mulai menyerang hepatosit.
Replikasi virus mulai menurun dan sudah ditemukan anti HB E.
Stage 4: sudah
kronis. Bisa terjadi kekambuhan. Sudah dalam bentuk sirosis.
Stage 5:
virus sudah tidak bisa dideteksi menggunakan DNA dan HbsAg. Antibodi sudah
mulai diproduksi. Sudah sembuh.
Hepatitis ada 2
yaitu akut (seminggu, dua minggu, sebulan, dua ) bulan dan kronis. Untuk
membedakannya akut (IgM
|
Fase inkubasi :
14-50 hari. Belum ada gejala.
Fase prodormal
(preikterik): gejala awal sampai gejala ikterus.
Fase ikterus:
selama 5-10 hari
Fase kovalesen: menghilangnya
ikterus dan abnormalitas fungsi hati. Hepatomegali masih ada.
Yang merusak
itu bukan virusnya, tp mekanisme imunnya sendiri yang merusak sel hati.
*ada beberp
buku yang menyebutkan ada 3 fase.
|
Proses kompleks
antara aktivasi sel stelata (penghasil kolagen), reaksi inflamasi,
angiogenesis, oklusi pembuluh darah
Jejas pada
jaringan hepar --> aktivasi sel stelata --> sel berproliferasi +
memproduksi matriks ekstraseluler + menjadi miofibroblas
|
Kolesistitis Akut
1. Kalkulus
(+- 90% kasus)
Adanya sumbatan batu
empedu pada leher kandung empedu (paling sering kantong Hartmann) yang
kemudian diikuti inflamasi akut karena iritasi kimiawi. Selanjutnya, infeksi
sekunder bakterial biasanya mengikutinya ( E. coli & Streptococcus faecalis).
2. Akalkulus(+-
10 % kasus)
Bukan karena adanya
sumbat batu empedu. Penyebabnya bisa: operasi non-bilier, trauma berulang,
luka bakar, bayi baru lahir, sepsis parah, dehidrasi, torsi kandung empedu,
dan DM. Pada kasus yang jarang: infeksi primer salmonellosis dan kolera juga bisa karena
infestasi parasit.
Kolesistitis kronik
Kemungkinan,
supersaturasi dari empedu yang memiliki banyak kandungan kolesterol-->mengarah pada terbentuknya batu
empedu + inflamasi.
*Pada
beberapa pasien serangan akut ringan yang terjadi berulang dapat menjadi
kolesistitis kronik.
|
Ada 3 patogenesis:
Estrogen meningkat-> meningkatkan batu empedu
Pregnancy, puasa, makanan yang bukan dari oral bisa
menurunkan motilitas gallblader
Batu empedu ada 3:
- Batu
kolesterol
-
Kolesterol dapat larut dalam empedu karena
agregasi dengan garam empedu (larut air) dan lesitin (tidak larut air).
-
Jika konsentrasi kolesterol > kapasitas
pelarut (supersaturasi) à memadat membentuk Kristal.
- Batu pigmen
-
Terjadi karena peningkatan bilirubin tak
terkonjugasi di empedu melebihi solubility nya. (Batu pigmen hitam)
-
Infeksi bakteri (E. coli) à
meningkatkan B glucuronidase bakteri à
hidrolisis bilirubin glucuronid. (Batu pigmen cokelat)
-
-
|
|
manifestasi
|
Spider navy karena adanya hipertensi vena portal.
Spider angioma -> suatu lesi vaskular yang dikelilingi
beberapa vena kecil
Fase inkubasi : Nausea, vomiting, diare, anoreksia,
Fase post inkubasi: jaundice (tapi kalo udah kronis)
Kronis: somnolen, ascites, eritem palmar (karena hormon
estrogen), splenomegali, hepatimegali,
|
Pre ikterik:
mual muntah, anoreksia, malaise, fotofobia, faringitis, demam subfebris.
Mulai mengalami pipis teh dan pup pucat.
Ikterik:
jaundice, mulai nyeri perut dikuadran kanan atas akibat hepatomegali,
penurunan BB ringan, ada splenomegali dan adenopati servikal
Perbaikan:
gejala2nya hilang, tapi hepatomegali masih ringan.
Seperti flu
like syndrome, mual dominna (karena SGPT dan SGOT meningkat)
|
Dibagi menjadi
dua:
1. Sirosis kompensata
Asimptom,
gejala tidak khas seperti kelelahan, penurunan libido, gangguan tidur. Tanda
khas belum nampak. Ketahuan apabila dilakukan tes fungsi hati
2. Sirosis dekompensata
Ikterus,
asites, edema perifer, hematemesis melena (akibat perdarahan esofagus),
jaundice, ensefalopati
Stigma sirosis:
1. Gangguan endokrin
2. Kuku Murche
3. Kontraktus Dupuyten
4. Fetor hepatikum
5. Atrofi otot, petekie dan ekomisis,
6. Spelnomegali
7. Pemerisksaan fisik : lobus kiri yang terada
lunak (khas0
|
Kolesistitis Akut : nyeri berat pada abdomen atas dan
hiperestesi, demam, jaundis ringan juga bisa muncul.
Kolesistitis Kronik : nyeri yang kurang menonjol, distensi
abdominal dan tidak nyaman pada epigastrik terutama setelah makan makanan
berlemak, abdomen kanan atas lunak, mual, dan kembung.
Demam
Nyeri
epigastrik
Nyeri dikuadran
kanan atas
Mual muntah
Jaundice
BB turun
Nyeri setelah
makan (karena berhubngan dengan makanan yang berlemak)
Warna feses
dempul dan berlemak (kalo disentor susah)
|
-pasien batu asimtomatik
-pasien
batu simptomatik --> Nyeri
pada epigastrium atau kuadran kanan atas, dapat menjalar ke bahu dan punggung. Nausea dan muntah
-Pasien dengan komplikasi batu empedu (Kolesistitis Akut,
ikterus, kolangitis)
Mual muntah pada episode sakit, nyeri URQ, nyeri menjalar
sampai ke skapula
- Peningkatan
bilirubin serum dana tau ALT (SGPT
|
|
Px fisik
|
Akut: demam subfebris, jaundice, hepatomegali, palmar
eritmem, splenomegali
Kronis: hepatomegali, splenomegali, kelelahan, palmar
eritem, spider angioma, vaskulitis
|
Inspeksi:
ikterik, jaundice, malaise, lelah
Palpasi dan
perkusi: hepatomegali
|
Sesuai
manifestasi
|
Pembesaran dan perlunakan kandung empedu yang terasa dari
dinding abdomen.
Murphy’s sign positif (penekanan pada pojok kanan
atas abdomen dan pasien inspirasi, positif jika pasien menghentikan ketika
menarik napas).
Peningkatan denyut nadi dan respirasi.
|
Pasien dengan stadium
litogenik atau batu asimptomatik tidak memiliki kelainan dalam
pemeriksaan fisik. Selama
serangan kolik bilier, terutama pada saat kolelitias
is akut, pasien akan
mengalami nyeri
palpasi/nyeri tekan dengan punktum maksimum didaerah letak anatomis kandung
empedu. Tanda Murphy positif.
Riwayat ikterik maupun
ikterik cutaneous dan sclera.
Hepar bisa teraba.
|
|
Px penunjang
|
SGOT dan SGPT-> meningkat yang SGPT terlebih dahulu
Serologis-> ditemukan HbSAg, HbEAg (akut positif lalu
negatif, kronik bisa positif bisa negatif), anti HbC IgM (akut positif,
kronik negatif), IgGnya meningkat
Anti HbS-> negatif
|
Biokimia fungsi
liver: SGOT dan SGPT meningkat tinggi, ALT, AST, ALP
Serologis->
rapid test: adanya IgM anti HAV tinggi pada minggu ke 2 sampai 3-6
bulan setelah terinfeksi
ELISA
Serum albumin
bisa normal bisa turun.
USG-> bisa
tapi cuma terlihat adanya peradangan di parenkim hepar, tapi tidak tau kalo
itu hepatitis A ato B ato C
|
1. Px lab
2. Biopsi dg px histopatologis (GOLD STANDARD)
3. Radiologis
4. Esofago-gastroduodenoskopi
5. Rasio AST/AT >1
6. Skor APRI (indeks ration AST/trombosit
|
USG àsangat dianjurkan
(1) tidak
ditemukan adanya batu dalam kandung empedu
(2) penebalan
dinding kandung empedu dengan atau tanpa cairan perikolesistik
(3) sonographic
Murphy’s sign positif yakni nyeri saat probe USG ditekan pada daerah kandung
empedu).
Darah rutin
-> leukositosis
|
Px Lab
Pada peradangan
akut, dapat terjadi lekositosis.
Pada
sindrom mirizzi, akan ditemukan kenaikan ringan bilirubin serum. Kadar
fosfatase alkali serum dan mungkin juga kadar amylase serum biasanya
meningkat
sedang setiap kali terjadi
serangan akut.
PENCITRAAN
USG -> mendeteksi batu kandung empedu dan
pelebaran saluran empedu intrahepatic maupun ekstra hepatic.
Dengan USG punktum
maksimum rasa nyeri pada
batu kandung empedu yang ganggren lebih jelas daripada dengan palpasi
biasa.
Kolesistografi->
untuk melihat batu
radiolusen sehingga dapat dihitung
jumlah dan ukuran batu
|
|
terapi
|
Penggunaan
steroid pada HBV tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan relaps
Kronis -> dikasih interferon
alfa 5 juta Unit/hari injeksi subkutan selama 4 bulan, Entecavir,
tenoflovir, lamivudin 100mg 1dd PO
untuk 48-52 minggu, guanosid analog inhibitor, litonavir
Lebih ke simtomatik
Kalo simtomatik
boleh dikasih paracetamol. Saat ini digunakan sistenol (kombinasi parasetamol
dan N-acetyl sistein) karena lebih aman dan mengurangi efek hepatotoksik.
ES interferon: flu like syndrome, demam, atralgi, miagia,
fatigue, badannya kaku, leukopeni,
trombositopeni, BB turun, autoimun
Orang hamilgk boleh dikasih interferon
|
Antipiretik
Self limited
|
SIROSIS
KOMPENSATA Medikamentosa :
1.
Terapi
sesuai etiologi
2.
Additional:
zink sulfat 2 x 200 mg PO (untuk menambah nafsu makan)
3.
Antipruritus:
antihistamin
4.
Suplemen
vitamin D pada pasien yang berisiko mengalami osteoporosis
Nonmedikamentosa:
1.
Diet
seimbnag 35-40 kkal/kgBB, protein 1,2-1,5 g/kgbb/hari
2.
Meningkatkan
aktivitas fisik
3.
Stop
konsumsi alkohol dan rokok
4.
Pembatasan
obat-obatan hepatoksik dan nefrotoksik
SIROSIS
DEKOMPENSATA
Medikamentosa :
Hipertensi
porta/ varises esofagus: statin, terapi endoskopik, bedah
Asites:
restriksi garam, pemberian spironolakton dan furosemid
Sindrom
hepatorenal:penggunaan agen vasopresor dan albumin
Peritonitis
bakterial: antibiotik spektrum luas
|
Antibiotik à mencegah komplikasi
1.
sefalosporin generasi ketiga atau keempat atau flurokuinolon, ditambah dengan metronidazole.
2.
Golongan
ampisilin, sefalosporin dan metronidazole
NSAID
diclofenac atau indomethacin
|
Asymptomatic
-ursodeoxycholic dalam kurung ursodiol. Untuk mengurangi
saturasi kolesterol. 8-10 mg/kg/hari PO. Butuh 6-18 bulan. efektif pada batu
yang kecil (kurang dari 1cm) dan pada batu kolesterol saja, bukan campuran.
-cholecystectomy. Indikasi= diameter batu lebih dari 2 cm,
resiko tinggi terjadi komplikasi seperti sirosis, portal hypertension, diabetes
menahun, dll.
Symptomatic
-cholecystectomy
-litotripsi= batu dipecah dengan gelombang kejut yang
dihasilkan dengan perangkat elektromagnetik
|
|
education
|
Tidak merokok dan minum alkohol,
|
Bed rest
Perbaikan
sanitasi
Makan makanan yang bergizi
|
Stop merokok
dan minum alkohol, meningkatkan aktivitas fisik
|
istirahat total, pemberian nutrisi parenteral,
diet ringan rendah lemak
|
Jangan banyak
makan makanan yang berlemak
|
|
pencegahan
|
Vaksin hepatitis, jangan bepergian di tempat endemis,
jangan gonta ganti pasangan
|
Imunisasi
Jangan
berkunjung ke daerah endemik
|
Sesuai etiologi
|
Jangan makanan
yang berlemak
|
-ursodeoxycholic acid 600 mg perhari selama 16 hari
-olahraga teratur
-diet rendah lemak
|
Catatan
tambahan:
ALP kalo
meningkat, sensitif terhadap kolestasis (obstruksi pada saluran empedu)
Kalo albumin
turun, itu sirosis
AFP kalo ada
kecurigaan adanya carcinoma. Ca hepar itu khasnya adanya massa, pemebesaran
kelenjar, BB turun.
HBeAg->
penanda infeksiuitas, semakin tinggi, semakin banyak terinfeksi. Dan menandakan
replikasi virusnya aktif sehingga akan lebih mudah menulari.
HBsAg-> belum
meningkat, tp sudah muncul gejala
Hepatitis yang
bisa menyebabkan kronis jadi sirosis -> heaptitis B dan C -> bisa jadi
kronis aktif (replikasi virus terus berjalan, tp tidak ada manifestasi, tp dia
aktif menyerang hepar)
No comments:
Post a Comment