Monday, 28 November 2016

PENYEBAB BERSIN-BERSIN

Perbedaan
Furunkel hidung
R.vasomotor
R.alergika
R.medikamentosa
Definisi & Etiologi
Infeksi pada folikel rambut hidung
Keadaan idiopatik tanpa adanya infeksi, alergi
Inflamasi yang disebabkan karena alergen
Gangguan vasomotor akibat pemakaian dekongestan berulang
Patofisiologi
Infeksi streptokokus dan stafilokokus pada folikel rambut hidung
Neurogenik (disfungsi saraf otonom):
Simpatis-> dari Th1-2  -> pengeluaran noradrenalin dan neuropeptida Y-> vasokontriksi & penurunan sekresi hidung
Parasimpatis-> dari nukleus salivatorius superior -> lepaskan asetilkolin dan vasoaktif intestinal peptida -> meningkatkan sekresi hidung dan vasodilatasi-> kongesti hidung
Parasimpatis dominan
Neuropeptida-> peningkatan rangsangan thd saraf sensoris serabut C di hidung-> meningkatkan pelepasan neuropeptida-> peningkatan permeabilitas vaskuler
NO-> NO meningkat-> kerusakan epitel-> peningkatan reaktifitas serabut trigeminus-> refleks vasomotor dan kelenjar mukosa hidung
Alergen-> produksi IgE dan eosinofil meningkat-> pengeluaran histamin-> merangsang saraf vidianus (timbul reaksi gatal dan bersin2), kelenjar mukosa dan sel goblet mengalami hipersekresi, permeabilitas kapiler meningkat
Reaksi cepat-> saat itu juga
Reaksi lambat-> puncak 6-8 jam
Klasifikasi:
AR musiman-> pollen
AR sepanjang tahun (perennial)-> tungau
Berdasar sifat berlangsungnya:
Intermitten (gejala <4 hari/minggu atau < 4 minggu
Persisten (gejala >4hari/minggu atau > 4 minggu)
Terjadi toleransi akibat penurunan sensitifitas reseptor alfa adrenergik-> aktivitas simpatis menghilang-> jadi dilatasi dan kongesti jaringan mukosa hidung

Kerusakan: silia rusak, sel goblet berubah ukurannya, membran basal menebal, pembuluh darah melebar, stroma edem, hipersekresi kelenjar mukus dan perubahan pH sekret hidung, lapisan submukosa menebal, periosteum menebal

Rebound congestion
Manifestasi klinis
Nyeri pada hidung
Tidak disertai hidung tersumbat, gatal, maupun meler
Ada riwayat rhinitis alergi
Dicetuskan dari rangsangan non spesifik (rokok, bau menyengat, pedas, udara dingin, perubahan posisi kepala)
Gejala memburuk dipagi hari
Hidung tersumbat, rinore mukoid atau serosa, gejala mata (-)
Hidung tersumbat
Keluar ingus encer
Demam (-)
Gatal
Allergic shiner (bayangan hitam)
Allergic salute (gosok2 hidung)
Allergic crease (garis lintang)
Hidung tersumbat terus menerus dan edem
Konka edem/hipertrofi dengan sekret berlebihan
Tidak bersin2
Tidak demam
pemeriksaan
Rhinoskopi-> terdapat tanda radang pada folikel rambut
Rhinoskopi-> edem mukosa hidung, konka merah gelap atau pucat, permukaan konka licin, ada sekret mukoid, nyeri tekan sinus (-)
Rhinoskopi-> cairan encer, konka pucat

terapi
Asam mefenamat, polimiksin B topikal, amoksisilin klavulanat oral
Hindari faktor pencetus, dekongestan oral (pseudoefedrin), larutan AgNO3 25%, kortikosteroid topikal 100-200 mikrogram
Loratadin 1x10 mg oral
Hentikan pemakaian obat
Kasih kortikosteroid oral dosis tinggi jangka pendek, lalu diturunkan bertahap (spray deksametason 2puff 3dd selama 3 hari)
Dekongestan oral


No comments:

Post a Comment