|
Perbedaan
|
Furunkel hidung
|
R.vasomotor
|
R.alergika
|
R.medikamentosa
|
|
Definisi & Etiologi
|
Infeksi pada folikel rambut
hidung
|
Keadaan idiopatik tanpa
adanya infeksi, alergi
|
Inflamasi yang disebabkan karena alergen
|
Gangguan vasomotor akibat pemakaian dekongestan berulang
|
|
Patofisiologi
|
Infeksi streptokokus dan stafilokokus pada folikel rambut hidung
|
Neurogenik (disfungsi
saraf otonom):
Simpatis-> dari Th1-2 ->
pengeluaran noradrenalin dan neuropeptida Y-> vasokontriksi &
penurunan sekresi hidung
Parasimpatis-> dari nukleus salivatorius superior -> lepaskan
asetilkolin dan vasoaktif intestinal peptida -> meningkatkan sekresi
hidung dan vasodilatasi-> kongesti hidung
Parasimpatis dominan
Neuropeptida->
peningkatan rangsangan thd saraf sensoris serabut C di hidung->
meningkatkan pelepasan neuropeptida-> peningkatan permeabilitas vaskuler
NO-> NO meningkat->
kerusakan epitel-> peningkatan reaktifitas serabut trigeminus-> refleks
vasomotor dan kelenjar mukosa hidung
|
Alergen-> produksi IgE dan eosinofil meningkat-> pengeluaran
histamin-> merangsang saraf vidianus (timbul reaksi gatal dan bersin2),
kelenjar mukosa dan sel goblet mengalami hipersekresi, permeabilitas kapiler
meningkat
Reaksi cepat-> saat itu juga
Reaksi lambat-> puncak 6-8 jam
Klasifikasi:
AR musiman-> pollen
AR sepanjang tahun (perennial)-> tungau
Berdasar sifat berlangsungnya:
Intermitten (gejala <4
hari/minggu atau < 4 minggu
Persisten (gejala
>4hari/minggu atau > 4 minggu)
|
Terjadi toleransi akibat
penurunan sensitifitas reseptor alfa adrenergik-> aktivitas simpatis
menghilang-> jadi dilatasi dan kongesti jaringan mukosa hidung
Kerusakan: silia rusak, sel
goblet berubah ukurannya, membran basal menebal, pembuluh darah melebar,
stroma edem, hipersekresi kelenjar mukus dan perubahan pH sekret hidung,
lapisan submukosa menebal, periosteum menebal
Rebound congestion
|
|
Manifestasi klinis
|
Nyeri pada hidung
Tidak disertai hidung tersumbat, gatal, maupun meler
Ada riwayat rhinitis alergi
|
Dicetuskan dari rangsangan non spesifik (rokok, bau menyengat, pedas,
udara dingin, perubahan posisi kepala)
Gejala memburuk dipagi hari
Hidung tersumbat, rinore mukoid atau serosa, gejala mata (-)
|
Hidung tersumbat
Keluar ingus encer
Demam (-)
Gatal
Allergic shiner (bayangan hitam)
Allergic salute (gosok2 hidung)
Allergic crease (garis lintang)
|
Hidung tersumbat terus menerus dan edem
Konka edem/hipertrofi dengan sekret berlebihan
Tidak bersin2
Tidak demam
|
|
pemeriksaan
|
Rhinoskopi-> terdapat tanda radang pada folikel rambut
|
Rhinoskopi-> edem mukosa hidung, konka merah gelap atau pucat,
permukaan konka licin, ada sekret mukoid, nyeri tekan sinus (-)
|
Rhinoskopi-> cairan encer, konka pucat
|
|
|
terapi
|
Asam mefenamat, polimiksin B topikal, amoksisilin klavulanat oral
|
Hindari faktor pencetus,
dekongestan oral (pseudoefedrin),
larutan AgNO3 25%, kortikosteroid topikal 100-200 mikrogram
|
Loratadin 1x10 mg oral
|
Hentikan pemakaian obat
Kasih kortikosteroid oral dosis tinggi jangka pendek, lalu diturunkan
bertahap (spray deksametason 2puff 3dd
selama 3 hari)
Dekongestan oral
|
Monday, 28 November 2016
PENYEBAB BERSIN-BERSIN
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment