|
|
Herpes Simpleks
|
Sifilis
|
Cancroid (ulkus mole)
|
Kondiloma akuimata
|
|
Penyebab
|
Herpes Simpleks Virus
HSV 1=orofaringeal
HSV2=genital, dapat terjadi rekuren
Masa inkubasi 3-7 hari
|
Treponema pallidum (bakteri gram negatif)
Masa inkubasi 10-90 hari
|
Haemophilus ducreyi (bakteri gram negatif)
Ulkus genital yang linak dan nyeri (soft chancre)
Masa inkubasi 2-35 hari, waktu rata-rata 7 hari
|
Human papiloma virus (HPV)
Kutil genital: HPV 6,11
HPV 16,18: keganasan
IMS
Masa inkubasi 1-8 bulan (rata2 2-3 bulan)
|
|
Port de entry
|
Kontak langsung dengan sekret atau mukosa yang terkontaminasi virus.
Masuk lewat kulit yang lesi dan mukosa.
Virus ini bereplikasi di dermis dan epidermis.
|
Masuk lewat selaput lendir yang mengalami abrasi
|
Daerah yang mengalami abrasi, erosi, ekskoriasis
Biasanya terjadi saat koitus
FR: pemakaian narkoba, multipartner
|
Tempat pekembangan di sekitar vagina, perineum.
Pada pria yang sering terkena di glans penis, sulkus koronarius,
frenulum dan batang penis.
Masuk ke tubuh melalui mikrolesi pada kulit.
|
|
patofisiologi
|
Termasuk self limiting.
Infeksi primer:
Virus dari luar, masuk ke tubuh hospes, gabung DNA, replikasi, timbul
kelainan pada kulit, belum ada antibodi spesifik.
Infeksi non primer:
Virus masuk ke serabut saraf sensorik ke ganglion saraf regional
(ganglion sakralis), laten, asimtomatik, sudah ada antibodi spesifik
Infeksi rekuren:
Jika imun tubuh turun, bisa teraktivasi, tapi sudah ada antibodi
makanya gejalanya tidak separah waktu infeksi primer.
Penyebab trigger factor (trauma, koitus berlebihan, demam, gangguan
pencernaan, stres emosi, kelelahan, makanan yang merangsang, alkohol,
obat-obatab imunosupresif dan kortikosteroid.
Triger ini akan reaktivasi virus dalam ganglion-> masuk lewat
akson perifer ke sel epitel kulit-> replikasi dan multiplikasi-> timbul
lesi
|
Primer (chancre):
Masuk-> ke kelenjar limfe-> masuk pembuluh darah-> diedarkan
ke seluruh tubuh-> setelah 3 minggu timbul lesi berupa tukak
Biasanya menetap selama 2-6 minggu
Sekunder:
Tukak akan muncul selama 1-5 minggu, lalu menghilang
Setelah 3 minggu-> timbul erupsi di seluruh tubuh
Menetap sampe 4 minggu
Laten dini:
Asimptomatik, < 1tahun, dapat menularkan penyakit
Laten lanjut:
Asimptomatik, >1 tahun
Tersier:
Mencapai susunan saraf pusat
Menjalar ke jantung dan pembuluh darah (insufisiensi aorta, aneurisma
aorta, ruptur pembuluh darah)
Terjadi pembentukan gumma
Bisa jadi neurosifili, sifilis kongenital,
|
Pria: ada di preputium, meatus uretra eksternum
Wanita: ada di fourchette, sekitar meatus uretra, bagian dalam labium
minora.
Tidak ada gejala prodormal, dan tidak ada gejala sistemik
Lesi awal berupa papul kecil dengan eritema ringan diseklilingnya,
bagian tengah papul akan berpustulasi dan cepat mengalami erosi, lesi akan
menjadi ulkus dalam waktu 48 jam.
Setelah lesi awa, lalu muncul eksudat nekrotik kuning keabu-abuan.
Sifat ulkus: multiple, nyeri, disuria, tepi tidak rata, berbatas
tegas, dikelilingi eritema ringan. Dasar ulkus rapuh, kotor, mudah berdarah,
nekrotik. Berukuran 2-3 cm.
Ulkus bersifat destruktif dan invasif dapat menyebar ke perineum,
anus, skrotum, paha, abdomen bawah
Disuria, dispareunia, nyeri saat defekasi, duh vagina
|
Perubahan hormonal, banyak terjadi sekresi pada kelenjar sekitar
jalan lahir, jadi suasana selalu basah.
Perubahan pH cairan jalan lahir yang mungkin memberikan kemudahan
untuk berkembangnya virus dan menimbulkan papiloma.
|
|
Gambaran klinis
|
Ada flu like syndrome
Rasa terbakar dan gatal, geli sebelum timbulnya erupsi/lesi (3-6
hari).
Lesi ini berbentuk vesikel yang berkelompok dengan dasar eritem.
Vesikel ini mudah pecah, timbul erosi multiple, terjadi lifadenopati
inguinalis.
Setelah lesi timbul-> ada malaise, demam, nyeri otot, pusing
Peradangan difus, ulkus multiple, disuria
Lesi dapat berlangsung selama 2-6 hari tanpa menimbulkan bekas skar.
|
Primer:
Tukak, lesi awal berupa papul yang mengalami erosi, nyeri (-), pada
pria kadang disertai pembesaran kelenjar inguinal, biasanya sembuh sendiri
Sekunder:
Terjadi setelah 4-10 minggu setelah chancre sembuh
Ruam pada kulit, selaput lendir, dan organ tubuh
Dapat disertai demam dan malaise juga
Dapat mmuncul bersamaan dengan sifilis primer
Ada kondiloma lata (papul lembab)
Laten dini:
Asimtomatik, pada px lapangan gelap ditemukan T.pallidum, tidak
bersifat destruktif, setelah diobati berubah jadi nonreaktif titernya
Laten lanjut:
Asimtomatik, tidak infeksius, ada lesi berupa endartritis obliterans
pada bagian arteriol dan pembuluh darah kecil, tidak ditemukan T.pallidum,
bersifat destruktif
Tersier:
|
Early:
Vesicopustule pada pudendum, vagina atau serviks
Later:
It degenerates into a saucer shaped ragged ulcer circumscribed by an
inflamatory wheal
Ulkus lunak, tidak ada indurasi, nyeri (++), limfadenopati inguinal
Variasi klinis ulkus:
Giant chancroid: beberapa
ulkus jadi satu membentuk lesi tunggal yang dapat meluas ke tepinya
Ulkus mole serpiginosum:
lesi-lesi yang berkonfluens, membesar akibat perluasan dan inokulasi sendiri,
bersifat destruktif
Ulkus mole gangrenosum:
disebabkan superinfeksi bakteri fusospirokhetosis, destruksi jaringan yang cepat
dan dalam
Transient chancroid: ulkus
kecil, sembuh spontan, diikuti limfadenitis regional akut 2-3 minggu kemudian
Ulkus mole folikularis:
timbul di folikel rambut, ulkus multiple kecil, terjadi di vulva atau daerah
genitalis yang berambut
Ulkus mole papular: papul
yang berulserasi dan granulomatosa, dapat menyerupai kondiloma lata sifilis
stadium II
|
Ada 3 bentuk:
Akuminata: di daerah
lipatan dan lembab, terlihat vegetasi bertangkai dengan permukaan yang
berjonjot-jonjot seperti jari, tampak seperti kembang kol, seing dijumpai
pada wanita yang mengalami fluor abus, hamil, imun terganggu
Papul: di daerah dengan
keratinisasi sempurna (batang penis, vulva bagian lateral, perianal,
perineum), permukaan papul halus dan licin, multiple, tersebar secara diskret.
Datar: tampak seperti makula
Gejala lain yang mengarah ke keganasan:
Giant condyloma buschke
lowenstein: kondiloma yang besar, invasif lokal, tidak bermetastasis
Papulosis bowenoid: warna coklat kemerahan, permukaanya halus
dan hanya sedikit papilomatosa
|
|
Pemeriksaan
|
Tes tzank=giemsa=gambaran sel raksasa berinti banyak
Px.mikroskopik
Kultur jaringan=degenarasi balon, granulasi sitoplasmik, sel raksasa
berinti banyak. Virus diambil dari vesikel saat fase akut.
Tes serologis=IgM antibodi tipe II akan terdeteksi selama 21 hari
setelah pajanan virus, spesifik glikoprotein G untuk membedakan HSV 1 atau 2
ELISA
Immunoflouresensi
|
Px mikroskopik-> terdapat spiroceta T.pallidum
Uji serologis
Uji VDRL
Uji RPR
Uji terponemal (Uji FTA Abs (uji deteksi antibodi penyerang
T.palidum) dan Uji MHA Tp)
Pungsi lumbal-> cek ada neurosifilis atau tidak
|
Isolasi H.ducreyi
Kultur-> dari pus bubo
Immunoasay
PCR
|
Tes asam asetat: berubah jadi warna putih. Perubahan warna biasanya
15 menit.
Kolposkopi: untuk lihat lesi kondiloma subklinis
Px. Histopatologi: ada gambaran papilomatosis, akantosis, tete ridges
yang memanjang dan menebal, parakeratosis, vakuolisasi pada sitoplasma
|
|
Terapi farmakologis
|
Infeksi primer:
Acyclovir 400 mg PO, 3xsehari, 7-10 hari
Famaclovir 250 mg PO, 3xsehari, 7-10 hari
Valacyclovir 1000mg PO, 2xsehari, 10 hari
Infeksi rekuren:
Acyclovir 400 mg PO, 3xsehari, 5 hari
Famaclovir 125 mg PO, 2xsehari, 5 hari
Valacyclovir 500mg PO, 2xsehari, 5 hari
Herpes genital profilaksis:
Acyclovir 400 mg PO, 2xsehari
Famaclovir 250 mg PO, 2xsehari
Valacyclovir 500-1000mg
|
Dini:
Penisilin G benzatin 2,4 juta IM single dose
Tetracyclin hydroclorida 500 mg oral 4xsehari
Doxcycycline 100 mg 2xsehari selama 14 hari (yang alergi penisilin)
Lebih dari 1 tahun:
Penisilin G benzatin 2,4 juta IM setiap minggu untuk 3 dosis
Neurosifilis:
Penisilin G kristal cair, 3-4 juta unit IV setiap 4 jam selama 10-14
hari
Penisilin prokain cair 2,4 juta unit IM setiap hari + probenesid 500
mg PO 4xsehari, selama 10-14 hari
Bumil:
Penisilin 2,4 juta unit IM
Phenoxymethyl penicilin suspensi (bagi yang alergi penisilin)
Tetracyclin dan aritromisin tidak boleh
|
Azitromisin 1 gr PO dosis tunggal
Seftriakson 250 mg IM dosis tunggal
Eritromisin 500 mg PO 4xsehari selama 7 hari
Ciprofloxacin 500 mg PO 2xsehari selama 3 hari (nonpregnant)
|
Bumil:
Asam trikloroasetat atau dikloroasetqaat 80-90%
Umum:
Tinktura podofilin 10-25% seminggu 2x sampai lesi hilang
Podofilotoksin 0,5% 2xsehari selama 3 hari berturut-turut
Asam trikloroasetat 50-90% seminggu sekali
Krim 5-fluorourasil 1-5% setiap hari sampai lesi hilang
|
|
Terapi non farmakologis
|
Jaga kebersihan
|
|
|
Bedah (skalpel, listrik, beku, laser)
Interferon
immunoterapi
|
|
Komplikasi
|
Ibu:
Meningitis-> HSV 2
Ensefalitis-> HSV 1
Eritema eksudativum mutltiforme-> karena hipersensitif terhadap
virus
Janin: joepardy,
abortus/malformasi kongenital, stillbirth, ensefalitis, keratokonjungtivitis,
cerebral palsy
|
Janin:
Bisa menyebabkan infeksi kongenital (stadium dini manifes pada masa
neonatus dan stadium lanjut manifes pada masa remaja)
|
Adenitis inguinal (bubo inflamatorik)
Fimosis atau para fimosis
Fisura uretra
Fistel rektovagina
|
Janin:
HPV 6,11 -> papilomatosis laring (pita suara)
|
|
Edukasi
|
Pasangan diobati
Pake pembersih alat genital
Pake barier kondom kalo melakukan koitus
|
|
Pake kondom saat berhubungan
Gunakan sabun pembersih
|
Bersihkan genitalia eksterna, bersihkan vagina dengan lembut,
pengeringan genital eksterna secara menyeluruh sehari sekali
|
Monday, 28 November 2016
MATRIKS LESI PADA GENITALIA
Lesi pada daerah genital? kira-kira kemungkinan diagnosisnya apa ya?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment