|
Karakteristik
|
Hipotiroidisme (Goitre)
|
Hipertiroidisme
|
Hiperparatiroidisme
|
Hipoparatiroidisme
|
|
etiologi
|
Definisi: kekurangan T3 dan T4
Dibagi menjadi 3:
1. Primer : Autoimmune
hypothyroidism: Hashimoto's thyroiditis, Iodine
deficiency
3. Transient: Hipopituitarism: tumors, pituitary surgery or
irradiation, genetic forms of combined pituitary hormone deficiencies
IPD:
Hipotiroidism Sentral:
Kerusakan hipofisis/hipotalamus
Hipotiroidisme primer: kerusakan pada kelenjar tiroid
Hipotiroidism sebab lain: sebab farmakologis, defisiensi yodium,
kelebihan yodium
Genetik-->HLADR3-4-8
Pasca pembedahan-->nggak sengaja ngambil jaringan tiroid yang sehat
Defisiensi yoidum-->kekurangan yodium-->sel tiroid mengompensasi
dengan cara hiperplasi
Pasca terapi isotop-->ga dijelaskan
|
Definisi: keadaan dimana terjadinya hipersekresi hormon tiroid.
Etiologi: autoimun (Grave’s disease), genetik, kongenital,
PR
Grave’s disesase--> ada antibodi anti TSH--> menggantikan hormon
TSH --> terus merangsang tiroid untuk mengeluarkan T3 dan T4. Tetapi tidak
dapat memberikan feedback negativ ke hipofisis
|
Hiperparatiroid
primer
-
Overproduksi hormon, biasa disebabkan oleh
hiperplasi atau neoplastic pada sel chief yang memproduksi PTH. Paling
sering: adenoma, 2: hiperplasi, 3: karsinoma
-
Multiple Endocrine Neoplasia (MEN) à
genetik: autosom dominan
Hiperparatiroid sekunder
-
Hipokalsemia lama karena gagal ginjal kronis
-
Defisiens vitamin D
-
Resistensi terhadap vitamin D
Hiperparatitoid tersier
Terjadi akibat gagal kompensasi pada
hiperparatiroid sekunder yang berlangsung lama
|
Etiology
-Trauma, tirodoktomi, paratiroidektomi, neck surgery 75%,
-Genetic (chromosome 20q13.3) 7% ,
-Penyebab sekunder: sindrom digeorge 22q11, autoimun (9%)
-idiopatik 6 %
|
|
Faktor resiko
|
Tinggal di daerah gunung --> kurang yodium
|
LIngkungan yodium yang tinggi --> meningkatkan iodinated Imunoglobulin
Genetik--> HLAb8, DR3, ras kaukasia, chinese
Usia > 60 tahun
Jenis kelamin--> PR
Merokok
Stress
Zat kontras yang mengandung iodium
Obat-obatan
PR
|
|
Diet rendah Magnesium, paparan rokok, paparan asap,
timbal, radiasi, adult
|
|
patogenesis
|
|
|
Hiperparatiroid primer
-
Neoplasia à
Overaktivitas protoonkogen dan disfungsi
-
Intake kalsium kurang
-
Defisiensi vitamin D
Hiperparatiroid sekunder
-
Perangsangan produksi PTH karena
hiperfosfatemia, hipokalsemia dan produksi 1,25-OH Vit. D
-
Kada 25-OH D 50nmol/liter dapat mensupresi
PTH, dibawah kadar tsb tidak bisa
Hiperparatiroid tersier
-
Kelenjar paratiroid hipertrofi à
gagal kembali normal à oversekresi PTH terus
menerus à
autonomy
|
Post-operasi ->
Pengangkatan kelenjar paratiroid saat
operasi.
Autoimun
(deplesi Mg)—SLE, poliglandular autoimun : Antibodi anti-CASR (Calcium sensing-reseptor),
Infeksi
Autosomal
dominan atau resesif X-linked hipoparatiroid
Mutasi Ca-SR
cell – supresi sekresi paratiroid
Mutasi GaTa3
Defisiensi Mg
Terapi radio
Iodium
|
|
manifestasi
|
Keluhan utama--> lemah, manifes: lesu, lamban bicara, mudah lupa,
obstipasi.
Berat badan naik, anoreksia, bradikardia, cold
intolerance --> akibat metabolisme berkurang sehingga tidak ada
energi+panas
Tanda:
Dry coarse skin; cool peripheral
extremities
Fungsi ginjal menurun
|
Susunan saraf:
Labil, menangis tanpa alasan yang jelas, tremor, sulit tidur, sulit
konsentrasi
Mata: pandangan ganda, melotot/eksoftalmus, okstamolpati --> mata
melotot, fisura mata melebar, kedipan mata berkurang, lid-lag (keterlambatan
gerak palpebra mengikuti gerakan mata), kegagalan konvergensi
Kelenjar tiroid : membesar
Jantung dan paru: dispneu, aritmia, berdebar, gagal jantung, takikardi
Sal cerna: sering bab, lapar, banyak makan, haus, muntah, BB turun,
toleransi obat
Sis repro: infertil, amenore, libido turun
Darah limfatik: limfositosis, anemia, pembesaran limpa, pembesaran kgb
leher
Tulang: ostoporosis, epifisis cepat menutup nyeri tualang
Otot: lemah badan, refleks meningkat (tonus otot), hiperkenesis, tangan
getar
Kulit: banyak berkeringat, dermopati, nggak tahan panas
|
H. Primer
-
Asimtomatik, diketahui ketika tes kimia darah
-
Ginjal -> nefrolitiasis, nefrokalsinosis,
penurunan klirens kreatinin
-
Tulang -> osteitis fibrosis kistik:
resorpsi subperiosteum pada falang distal, a salt and pepper appearance pada
tulang kepala, kista tulang dan tumor cokelat pada tulang panjang
-
Miopati
-
Ulkus peptikum
-
Gout
-
Kalsifikasi coroner, ventrikel, dan katup
jantung
H. Sekunder
-
Kalsifikasi kardiovaskuler
-
Kalsifikasi jaringan lunak
-
Biasanya manifestasi mirip dengan penyebabnya
H. Tersier
-
Resistensi terhadap obat kalsimimetik
-
Kalsinosis difus
|
Iritabilitas system neuromuscular dengan gejala
diantaranya:
Parestesia
(melibatkan ujung jari, jari kaki, daerah perioral)
Kelelahan Kegelisahan Perubahan suasana hati dan / atau gangguan kepribadian Kejang (terutama pada pasien dengan epilepsi)
Suara serak
(karena spasme laring)
Mengi dan dyspnea (karena bronkospasme) Kram otot, diaphoresis, dan kolik bilier Hypomagnesemia, hipokalemia, dan alkalosis (misalnya, hiperventilasi), yang memperburuk tanda dan gejala hipokalsemia |
|
Px fisik
|
Gondok
endemik (pembesaran kelejar)-->ditempat2 tertentu2 aja
Edem
non pitting (diwajah),
l
Weight gain
l
Slowed speech and movements
l
Dry skin
l
Jaundice
l
Pucat
l
Coarse, brittle, straw-like hair
l Rambut rontok
l
Dull facial expression
l
Coarse facial features
l
Periorbital puffiness
l
Macroglossia
l
Goiter (simple or nodular)
l
Hoarseness
l
Decreased systolic blood pressure and increased
diastolic blood pressure
l
Bradycardia
l
Pericardial effusion
l
Abdominal distention, ascites (uncommon)
l
Hypothermia (only in severe hypothyroid states)
l
Nonpitting edema (myxedema)
l
Pitting edema of lower extremities
l
Hyporeflexia with delayed relaxation, ataxia, or both
|
Vital sign
TD bisa rendah bisa tinggi
Palpasi kelenjar tiroid: membesar 203x ukuran normal, lembut, bisa
disertai nyeri
Tonus otot meningkat
Auskultasi: bruit tiroid
|
|
-fatigue
-anxiety
5-seizure
-serak (krn
laryngospasm). kronis
-wheezing dan dyspnea (krn bronchospasm) . kronis
-paresthesia
(jari, bibir, telapak kaki)
|
|
Px penunjang
|
Tes fungsi hormon:
Cek kadar TSH, T4 dan T3. TSH meningkat /meningkat(Kadar TSH
normal 0.5-4,5
mIU/L)
Radiologis: Melihat apakah udah sampe menekan trakea?
USG
FNAB (Biopsi Aspirasi Jarum Halus,
|
Darah rutin, CT scan, MRI
Tes fungsi hormon: T3 dan T4 tinggi, TSH rendah
|
H. Primer
-
Px kimia darah à
hiperkalsemia dengan kadar PTH meningkat
-
Urinalisis à
hiperfosfaturia, hiperkalsiuria
-
Rontgen à
gambaran pengeroposan tulang
H. Sekunder
-
Kimia darah : Ca rendah-normal, PTH meningkat
-
Vitamin D < 20ng/mL
|
-low pth
-25 hydroxy
vitamin D (eksklusi vit D defisiensi sbg penyebab HPT)
-hypomagnesemia
|
|
terapi
|
Terapi pengganti hormon tiroid:
Levothyroxine
sodium 50 – 100 micrograms
every day, dinaikkan dosis setiap 3-4 minggu sebanyak 50 micrograms until your thyroxine levels
are correct.maksimal 100 – 200
micrograms daily
|
Golongan tionamid
Tiourasil/PTU--> 100-150 mg 4dd, setelah 4-8 minggu dosis
dikurangi 50-200 mg 1-2 dd. Lebih cepat efeknya
Imidazole (karbimazol, metimazole)--> 40 mg 1
dd itiap pagi selama 1-2 bulan, kemudian dilanjutkan dosis rutin buat
pemeliharan 5-20 mg/hari
pembedahan
|
H. Primer
-
Surgical à
pembedahan pada jaringan yg berlebihan
Indikasi:
1) Kadar
Ca serum >1mg/dL di atas batas normal tertinggi
2) Terdapat
komplikasi hiperparatiroidisme primer spt nefrolitiasis, atau osteitis
fibrosa cystica
3) Episode
akut hiperparatiroidisme primer dengan hiperkalsemia yang mengancam
4) Hiperkalsiuria
(>400mg/hari)
5) Densitometri
tulang pada radius distal yang menurun dengan skor T<-2
6) Umur
dibawah 50 tahun
-
Nonsurgical
1) NaCl0,9%
IV 3-4 L dalam 24 jam à meningkatkan GFR,
menurunkan reabsorpsi kalsium pada tubulus proksimal dan distal
2) Pamidronat
(bifosfonat) IV 60-90mg 4-6 jam à
hambat resorpsi oleh osteoklas
3) Obat
kalsimimetik
4) Terapi
estrogen untuk wanita menopause
H. Sekunder
-
Suplemen vit. D 50.000 IU 1x seminggu selama 8
minggu
-
Diet rendah fosfat jika PTH meningkat padahal
Vit. D sudah cukup (>30ng/mL)
-
Suplemen kalsium <2g/hari
-
Surgical: paratiroidektomi jika
hiperparatiroidisme persisten >800pg/mL
H. Tersier
-
Total paratiroidektomi
|
-activated vit
D analog dan suplemen kalsium sbg terapi primer
-apabila
activated analog vit D tidak tersedia berikan calciferol atau cholecalciferol
-vit d 400-800
IU daily dose
-autotranplant
paratiroid pada pasien yg sdh melakukan paratiredoktomi krn paratiroid
hiperplasia
|
|
education
|
|
|
|
|
|
pencegahan
|
|
|
|
|
Monday, 28 November 2016
TIROID DAN PARATIROID
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment