Monday, 28 November 2016

TIROID DAN PARATIROID

Karakteristik
Hipotiroidisme (Goitre)
Hipertiroidisme
Hiperparatiroidisme
Hipoparatiroidisme
etiologi
Definisi: kekurangan T3 dan T4
Dibagi menjadi 3:
1. Primer : Autoimmune hypothyroidism: Hashimoto's thyroiditis, Iodine deficiency

2. Sekunder: thyroiditis (postpartum thyroiditis,  Subacute thyroiditis)

3. Transient: Hipopituitarism: tumors, pituitary surgery or irradiation, genetic forms of combined pituitary hormone deficiencies

IPD:
Hipotiroidism Sentral:
Kerusakan hipofisis/hipotalamus
Hipotiroidisme primer: kerusakan pada kelenjar tiroid
Hipotiroidism sebab lain: sebab farmakologis, defisiensi yodium, kelebihan yodium

Genetik-->HLADR3-4-8
Pasca pembedahan-->nggak sengaja ngambil jaringan tiroid yang sehat
Defisiensi yoidum-->kekurangan yodium-->sel tiroid mengompensasi dengan cara hiperplasi
Pasca terapi isotop-->ga dijelaskan
Definisi: keadaan dimana terjadinya hipersekresi hormon tiroid.

Etiologi: autoimun (Grave’s disease), genetik, kongenital,
PR
Grave’s disesase--> ada antibodi anti TSH--> menggantikan hormon TSH --> terus merangsang tiroid untuk mengeluarkan T3 dan T4. Tetapi tidak dapat memberikan feedback negativ ke hipofisis


Hiperparatiroid primer
-          Overproduksi hormon, biasa disebabkan oleh hiperplasi atau neoplastic pada sel chief yang memproduksi PTH. Paling sering: adenoma, 2: hiperplasi, 3: karsinoma
-          Multiple Endocrine Neoplasia (MEN) à genetik: autosom dominan
Hiperparatiroid sekunder
-           Hipokalsemia lama karena gagal ginjal kronis
-          Defisiens vitamin D
-           Resistensi terhadap vitamin D
Hiperparatitoid tersier
Terjadi akibat gagal kompensasi pada hiperparatiroid sekunder yang berlangsung lama


Etiology
-Trauma, tirodoktomi, paratiroidektomi, neck surgery 75%,


-Genetic (chromosome 20q13.3) 7% ,



-Penyebab sekunder: sindrom digeorge 22q11, autoimun (9%)
-idiopatik 6 %
Faktor resiko
Tinggal di daerah gunung --> kurang yodium
LIngkungan yodium yang tinggi --> meningkatkan iodinated Imunoglobulin
Genetik--> HLAb8, DR3, ras kaukasia, chinese
Usia > 60 tahun
Jenis kelamin--> PR
Merokok
Stress
Zat kontras yang mengandung iodium
Obat-obatan
PR

Diet rendah Magnesium, paparan rokok, paparan asap, timbal, radiasi, adult

patogenesis


Hiperparatiroid primer
-       Neoplasia à Overaktivitas protoonkogen dan disfungsi
-       Intake kalsium kurang
-       Defisiensi vitamin D
Hiperparatiroid sekunder
-          Perangsangan produksi PTH karena hiperfosfatemia, hipokalsemia dan produksi 1,25-OH Vit. D
-          Kada 25-OH D 50nmol/liter dapat mensupresi PTH, dibawah kadar tsb tidak bisa
Hiperparatiroid tersier
-          Kelenjar paratiroid hipertrofi à gagal kembali normal à oversekresi PTH terus menerus à autonomy


Post-operasi -> Pengangkatan kelenjar paratiroid saat operasi.

Autoimun (deplesi Mg)—SLE, poliglandular autoimun : Antibodi anti-CASR (Calcium sensing-reseptor),

Infeksi

Autosomal dominan atau resesif X-linked hipoparatiroid

Mutasi Ca-SR cell – supresi sekresi paratiroid

Mutasi GaTa3

Defisiensi Mg

Terapi radio Iodium

manifestasi
Keluhan utama--> lemah, manifes: lesu, lamban bicara, mudah lupa, obstipasi.
Berat badan naik, anoreksia, bradikardia, cold intolerance --> akibat metabolisme berkurang sehingga tidak ada energi+panas

Gejala lain:Kulit kering, rambut rontok, susah konsentrasi, Hoarse voice
  Menorrhagia (later oligomenorrhea or amenorrhea), Paresthesia, gangguan pendengaran.

Tanda:
 Dry coarse skin; cool peripheral extremities
  Puffy face, hands, and feet (myxedema)
  Diffuse alopecia
  Bradycardia
  Peripheral edema
  Delayed tendon reflex relaxation
  Carpal tunnel syndrome
  Serous cavity effusions
Fungsi ginjal menurun
Susunan saraf:
Labil, menangis tanpa alasan yang jelas, tremor, sulit tidur, sulit konsentrasi

Mata: pandangan ganda, melotot/eksoftalmus, okstamolpati --> mata melotot, fisura mata melebar, kedipan mata berkurang, lid-lag (keterlambatan gerak palpebra mengikuti gerakan mata), kegagalan konvergensi

Kelenjar tiroid : membesar

Jantung dan paru: dispneu, aritmia, berdebar, gagal jantung, takikardi

Sal cerna: sering bab, lapar, banyak makan, haus, muntah, BB turun, toleransi obat

Sis repro: infertil, amenore, libido turun

Darah limfatik: limfositosis, anemia, pembesaran limpa, pembesaran kgb leher

Tulang: ostoporosis, epifisis cepat menutup nyeri tualang

Otot: lemah badan, refleks meningkat (tonus otot), hiperkenesis, tangan getar

Kulit: banyak berkeringat, dermopati, nggak tahan panas
H. Primer
-          Asimtomatik, diketahui ketika tes kimia darah
-          Ginjal -> nefrolitiasis, nefrokalsinosis, penurunan klirens kreatinin
-          Tulang -> osteitis fibrosis kistik: resorpsi subperiosteum pada falang distal, a salt and pepper appearance pada tulang kepala, kista tulang dan tumor cokelat pada tulang panjang
-          Miopati
-          Ulkus peptikum
-          Gout
-          Kalsifikasi coroner, ventrikel, dan katup jantung
H. Sekunder

-          Kalsifikasi kardiovaskuler
-          Kalsifikasi jaringan lunak
-          Biasanya manifestasi mirip dengan penyebabnya
H. Tersier
-          Resistensi terhadap obat kalsimimetik
-          Kalsinosis difus

Iritabilitas system neuromuscular dengan gejala diantaranya:

Parestesia (melibatkan ujung jari, jari kaki, daerah perioral)
Kelelahan
Kegelisahan
Perubahan suasana hati dan / atau gangguan kepribadian
Kejang (terutama pada pasien dengan epilepsi)
Suara serak (karena spasme laring)
Mengi dan dyspnea (karena bronkospasme)
Kram otot, diaphoresis, dan kolik bilier
Hypomagnesemia, hipokalemia, dan alkalosis (misalnya, hiperventilasi), yang memperburuk tanda dan gejala hipokalsemia
Px fisik
Gondok endemik (pembesaran kelejar)-->ditempat2 tertentu2 aja
Edem non pitting (diwajah),
l   Weight gain
l   Slowed speech and movements
l   Dry skin
l   Jaundice
l   Pucat
l   Coarse, brittle, straw-like hair
l   Rambut rontok
l   Dull facial expression
l   Coarse facial features
l   Periorbital puffiness
l   Macroglossia
l   Goiter (simple or nodular)
l   Hoarseness
l   Decreased systolic blood pressure and increased diastolic blood pressure
l   Bradycardia
l   Pericardial effusion
l   Abdominal distention, ascites (uncommon)
l   Hypothermia (only in severe hypothyroid states)
l   Nonpitting edema (myxedema)
l   Pitting edema of lower extremities
l   Hyporeflexia with delayed relaxation, ataxia, or both
Vital sign
TD bisa rendah bisa tinggi

Palpasi kelenjar tiroid: membesar 203x ukuran normal, lembut, bisa disertai nyeri

Tonus otot meningkat
Auskultasi: bruit tiroid



-fatigue
-anxiety
5-seizure
-serak (krn laryngospasm). kronis
-wheezing dan dyspnea (krn bronchospasm)          . kronis
-paresthesia (jari, bibir, telapak kaki)

Px penunjang
Tes fungsi hormon:
Cek kadar TSH, T4 dan T3. TSH meningkat /meningkat(Kadar TSH normal 0.5-4,5 mIU/L)
Radiologis: Melihat apakah udah sampe menekan trakea?
USG
FNAB (Biopsi Aspirasi Jarum Halus,
Darah rutin, CT scan, MRI
Tes fungsi hormon: T3 dan T4 tinggi, TSH rendah

H. Primer
-          Px kimia darah à hiperkalsemia dengan kadar PTH meningkat
-          Urinalisis à hiperfosfaturia, hiperkalsiuria
-          Rontgen à gambaran pengeroposan tulang
H. Sekunder
-          Kimia darah : Ca rendah-normal, PTH meningkat
-          Vitamin D < 20ng/mL

-low pth
-25 hydroxy vitamin D (eksklusi vit D defisiensi sbg penyebab HPT)
-hypomagnesemia

terapi
Terapi pengganti hormon tiroid:
Levothyroxine sodium 50 – 100 micrograms every day, dinaikkan dosis setiap 3-4 minggu sebanyak 50 micrograms until your thyroxine levels are correct.maksimal 100 – 200 micrograms daily
Golongan tionamid
Tiourasil/PTU--> 100-150 mg 4dd, setelah 4-8 minggu dosis dikurangi 50-200 mg 1-2 dd. Lebih cepat efeknya

Imidazole (karbimazol, metimazole)--> 40 mg 1 dd itiap pagi selama 1-2 bulan, kemudian dilanjutkan dosis rutin buat pemeliharan 5-20 mg/hari

pembedahan
H. Primer
-          Surgical à pembedahan pada jaringan yg berlebihan
Indikasi:
1)      Kadar Ca serum >1mg/dL di atas batas normal tertinggi
2)      Terdapat komplikasi hiperparatiroidisme primer spt nefrolitiasis, atau osteitis fibrosa cystica
3)      Episode akut hiperparatiroidisme primer dengan hiperkalsemia yang mengancam
4)      Hiperkalsiuria (>400mg/hari)
5)      Densitometri tulang pada radius distal yang menurun dengan skor T<-2
6)      Umur dibawah 50 tahun
-          Nonsurgical
1)      NaCl0,9% IV 3-4 L dalam 24 jam à meningkatkan GFR, menurunkan reabsorpsi kalsium pada tubulus proksimal dan distal
2)      Pamidronat (bifosfonat) IV 60-90mg 4-6 jam à hambat resorpsi oleh osteoklas
3)      Obat kalsimimetik
4)      Terapi estrogen untuk wanita menopause

H. Sekunder
-          Suplemen vit. D 50.000 IU 1x seminggu selama 8 minggu
-          Diet rendah fosfat jika PTH meningkat padahal Vit. D sudah cukup (>30ng/mL)
-          Suplemen kalsium <2g/hari
-          Surgical: paratiroidektomi jika hiperparatiroidisme persisten >800pg/mL
H. Tersier
-          Total paratiroidektomi

-activated vit D analog dan suplemen kalsium sbg terapi primer
-apabila activated analog vit D tidak tersedia berikan calciferol atau cholecalciferol
-vit d 400-800 IU daily dose
-autotranplant paratiroid pada pasien yg sdh melakukan paratiredoktomi krn paratiroid hiperplasia

education




pencegahan









No comments:

Post a Comment