Monday, 28 November 2016

KELAINAN KULIT

Perbedaan
impetigo
ektima
folikulitis
furunkel
selulitis
erisipelas
eritrasma
Hidraadenitis
etiologi
Krustosa: beta hemolitik
Bulosa: staphylococcus aureus
Beta hemolitik
Biasanya pada anak2 dan orang tua
FR: imunokompromis
Trauma, malnutrisi

Biasanya kronis
Aureus

FR: cedera fisik, iritasi, infeksi
Aureus

FR: lembab, DM, obesitas
Aureus, beta hemolitik

FR: anak2, DM, malnutrisi, higinitas kurang, glukokortikoid jangka panjang
Beta hemolitikkus
Anak2: Haemofilus influenza
Corynebacterium minutissina

Sifatnya kronis

FR: DM
Aureus

Sifatnya kronik

FR: perempuan, aktivitas banyak, obesitas
predileksi
Krutosa: wajah, hidung, mulut
Bulosa: ketiak, punggung, dada
Tungkai bawah, wajah, ketiak
Superfisial: tungkai bawah
Profunda: bibir atas
Aksila, bokong, tempat banyak rambut, banyak tekanan
Kaki, tangan, wajah
Tungkai bawah, wajah (biasanya pipi)
Lipatan paha, aksila, intergluteal, intermama
Ketiak, aerola, mamae, anogenital
Tempat radang
epidermis
Bisa sampe dermis
Superfisial: epidermis
Profunda: subkutan hanya di folikel rambut
Folikel rambut dan sekitarnya
Subkutan
dermis
Epidermis
Sela jari: stratum korneum
Kelenjar apokrin
UKK
Krustosa: vesikel kecil dinding tipis, kudah pecah-> sekret keluar-> krusta warna madu
Bula mudah pecah

Bulosa: vesikel, bula, bula hipopion, kalo pecah-> kolaret
Ada lepuh2
Bula tidak mudah pecah
Krusta (tebal warna kunging kehijauan) yang menutupi ulkus dibawahnya. Mulainya sebagai pustul atau bula yang cepat membesar dan jadi ulkus yang dangkal.
Terlihat punched out (cawan) dasar eritem, yang meninggi
Pustul berbentuk kubah, bisa ditembus oleh rambut
Nodul eritem dengan pustul
Profunda (nodul), superfisial (papul)
Folikel kecil dan merah berbentuk kerucut, terlihat mata nodul. Nodul yang melunak menjadi abses yang akan pecah membentuk fistel melalui lokus minoris resistensie
Makula eritem yang panas-> benjolan warna merah dan hitam mengeluarkan sekret mukopurulen
Meluas difus dan tepi tidak meninggi
Limfadenopati
Ada krusta
Kemerahan batas tegas tepi meninggi, teraba panas dan nyeri, ada vesikel bula yang mengandung cairan seropurulen, ada edem
Makula batas tegas bisa terjadi maserasi, erosi, fisura
Warna merah sampai kecoklatan
Makula eritem, miliar, bisa melebar membentuk patch, skuama halus kering, sentral healing, vesikulasi (-)
Adanya nodul dengan KDRT lalu melunak menjadi abses dan membentuk fistel
Gejala lain
Krustosa: tidak nyeri, gatal, ada rasa terbakar
Bulosa: kadang ada demam
Gatal, demam

nyeri
Demam, malaise, menggigil
Malaise, demam, sakit kepala, muntah, nyeri sendi
Pruritus, rasa panas seperti terkena cabai
Gatal, nyeri, demam, malaise, inflamasi pada sendi
pemeriksaan
Fisik: honey colored(krustosa)
Bula hipopion (bulosa)
Penunjang:
Kultur, Gram, histopatologi, uji resistensi antibiotik
Biopsi, histologi, kerokan langsung (gram)
Gram
Darah: leukositosis
Histopatologi: sbeukan PMN
Kultur
Darah: leukositosis
Kultur darah
Darah: leukositosis
Kultur darah
Wood Lamp-> merah bata
KOH
Kultus bakteri
Swab
Darah rutin
Biopsi kelenjar
histologi
Peradangan superfisial folikel pilosebasea bagian atas. Terbentuk bula atau vesikopustula subkorneum yang berisi kokus serta berupa leukosit
Infiltrasi PMN dan pembentukan abses mulai dari folikel pilosebasea. Pada dermis, pembuluh darah melebar dan terdapat sebukan PMN
Sebukan sel radang akut
Pada abses terlihat limfosit dan leukosit PMN pada folikel rambut

Edem, sebukan sel PMN
Hiperkeratosis. Parakeratosis, akantosis, pelebaran pembuluh darah dan sel2 PMN
Obstruksi saluran kelenjar oleh keratin-> dilatasi duktus dan tubulus-> infiltrasi PMN
Terapi
Topikal:
Lesi basah (kompres NaCl 0,9%), lesi kering (salep mupirosin 2% 3dd selama 7 hari, asam fusidat 2%)
Kalo bulosa sama, tapi ditambah asam klavulanat
Sistemik:
Penisilin V oral
Dikloksilin 250-500mg 4dd 5-7 hari
Eritromisin 250-500 mg 4dd 5-7 hari
Azitromisin 500mg hari pertama, 250 mg hari selanjutnya

Kompres air hangat, mupirosin 2%, triomsolon
Eritromisin 3x250mg 7-14 hari
Rambut dicabut lalu di drainase
Kompres NaCl 0,9%
Tirah baring, benzyl penisilin 1,2-3,2 jt
Eritromisin, kloksasilin, sefalosporin, kompres dengan NaCl
Tirah baring
Penisilin 600-1200 mg IV
Amoksisilin 500mg 3dd
Eritromisin 250-500mg 4dd
Kloksasilin 250-500mg 4dd
Diuretik (jika edemnya membesar sekali)
Gel benzyl peroxida 2,5%
Sol eritromisin
Eritromisin 250 4dd selama 14 hari
Klindamisin solusio 2%
Hilangkan faktor predisposisi
Eritromisin
Amoksisilin
Kompres KmnO2
Kloksasilin
Fluoksasilin selama 3 minggu
prognosis
Sembuh 2-3 hari, tanpa membentuk skar, bisa hipopigmentasi/
hiperpigmentasi
Komplikasi:
Glomerulonefritis, pneumonia, osteomielitis, SSS
Jika sembuh: terbentuk skar, sembuh dalam 3 minggu
Jika tidak: terbentuk gangren
Prognosis baik
Prognosis baik






No comments:

Post a Comment